Penutupan KKN Ke 37 :: Penutupan KKN Ke 37 :: Penutupan KKN di Kecamatan Jakenan berlangsung dengan Hikmat. :: Rublik Ramadhan hari Kamis, 3 Agustusi 2012 (Lihat Jawapos Radar Kudus) :: Rublik Ramadhan hari Rabu, 2 Agustusi 2012 (Lihat Jawapos Radar Kudus) ::

Rublik Ramadhan hari selasa, 31 Juli 2012 (Lihat Jawapos Radar Kudus)

Diposting oleh : P3M - STAIN KUDUS
Selasa, 31 Juli 2012 - 08:29:19 WIB


KEUTAMAAN IBADAH PUASA RAMADHAN
Oleh Rini Dwi Susanti, M.Ag, M.Pd
Dosen STAIN Kudus

 
Kita sekarang telah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang menurut kesadaran masyarakat dinyatakan sebagai bulan ibadah. Bulan untuk mendapatkan ampunan atas segala dosa dan amalan yang kurang baik di bulan-bulan sebelumnya. Banyak amalan ibadah yang dapat dilakukan di bulan Ramadhan, selain ibadah puasa itu sendiri, seperti membaca al-Quran, bersadakah dan lain-lain. Setiap amalan yang telah diniatkan akan dilipat gandakan pahalanya.

            Puasa bagi setiap umat Islam dapat membina kepribadian yang soleh, yaitu dengan membiasakan diri dengan menahan hawa nafsu dan berusaha meninggalkan kesenangan duniawi. Puasa juga merupakan ibadah rahasia antara seorang hamba dengan khaliq-Nya. Artinya bahwa seseorang yang benar-benar menjalankan ibadah puasa atau tidak yang tahu hanyalah dia dan Allah Swt saja, sedangkan orang lain sulit menebaknya. Inilah keutamaan ibadah puasa Ramadhan.

            Puasa merupakan ibadah yang paling utama, paling tinggi, bahkan dapat dikatakan sebagai pintu segala ibadah. Apabila puasa dilakukan orang dengan berdasarkan petunjuk dantuntunan Nabi Mumammad Saw, maka tidak diragukan lagi bahwa orang tersebut jiwanya benar-benar menjadi suci, hatinya menjadi kuat dan teguh serta dapat menahan nafsu madzmumah. Selain itu puasa dapat membekali diri manusia yang memiliki perasaan halus dan jiwa kepekaan social.

Dalam hadits Qudsi disebutkan  tentang fadilah ibadah puasa yaitu:

“Allah berfirman: “semua amal anak cucu Adam buat diri sendiri, kecuali ibadat puasa, maka amal puasa itu untukKu, dan Aku akan memberikan pahalanya kepada siapa saja yang melaksanakannya (HR Bukhari, Muslim& Abu Dawud)

Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ibadah puasa adalah ibadah tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah lainnya. Ibadah yang lain seperti sholat, zakat, haji, dan lain-lainnya adalah untuk diri sendiri dan dapat memberikan dampak yang dapat dilihat oleh orang lain, seperti mendapat pujian. Orang lain dapat melihat bukti dan tanda-tandanya. Tetapi ibadah puasa hanya urusan antara hamba dan khaliq-Nya. Pahala puasa tidak diterangkan batasnya, hanya Allah-lah yang tahu besarnya pahala bagi orang yang berpuasa.

Ada tiga puncak tertinggi yang dapat dicapai melalui  puasa, yaitu pertama taqwa kepada Allah Swt, dan kedua menumbuhkan dan menanamkan benang kasih sayang kepada orang yang lemah; fuqara, yatim piatu dan masakin. Ketiga adalah mengendalikan hawa nafsu. Puasa adalah zakat bagi tubuh yaitu bagi jasad yang selalu menikmati kelezatan makanan dan minuman; zakat yang mebersihkan diri dari kesenangan duniawi semata. Sebagaimana sabda Rosulullah Saw : “tiap-tiap sesuatu ada zakatnya, dan zakat tubuh jasmani itu berpuasa, dan berpuasa itu separoh dari kesabaran”. (al-Hadits). Itulah hal-hal yang utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan sebagai jalan menuju ketaqwaan yang sempurna.

 




Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube